Tuesday, 12 May 2015

Filled Under:

Prospek Lulusan Kuliah di Farmasi

Farmasi adalah salah satu cabang dari ilmu kesehatan yang berfokus pada obat-obatan, seperti identifikasi, seleksi, preservasi, kombinasi, aksi farmakologi, serta analisis dan standarisasi bahan-bahan obat. Peran dari jurusan farmasi di perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan lulusan lulusan terbaik yang mampu mengabdi pada masyarakat.

Seorang farmasis sangat dianjurkan untuk memiliki sifat ketekunan, ketelitian dan kesabaran. Selama menempuh studi, mereka akan menghadapi banyak penelitian, hafalan dan praktik kerja yang berkaitan dengan pembuatan serta pemahaman seputar obat-obatan.

Soal prospek lulusan sebenarnya tidak perlu khawatir, karena lulusan farmasi bisa dibilang sebenarnya merupakan lulusan yang prospeknya cerah. Contoh tempat-tempat yang memerlukan tenaga farmasi adalah :


1.  Dinas kesehatan dan pada badan pengawas obat dan makanan (BPOM)

2. Bagian administrasi pelayanan obat di instansi pemerintahan /polri/TNI.

3. Sebagai dosen di bidang farmasi.

Selain diatas, dalam bidang perindustrian pun lapangan pekerjaan bagi lulusan farmasi terbuka lebar. Di Indonesia sendiri telah banyak kita ketahui perusahaan atau industri yang bergerak dibidang kesehatan dan memproduksi obat-obatan.

Bahkan farmasi pun sebenarnya bisa sampai diterima bekerja di bank, dikarenakan lulusan farmasi biasanya adalah orang-orang yang terbiasa teliti dan terlatih untuk tekun. Dimana jenis orang seperti inilah yang dicari oleh bidang perbankan.

Dari sini bisa kita lihat bagaimana sesungguhnya peluang seorang lulusan farmasi untuk mendapat lapangan pekerjaan sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat tidak sekedar pada satu tempat tapi bisa lebih luas dari itu.

Apoteker adalah orang yang memiliki dasar pendidikan serta keterampilan dibidang farmasi. Serta diberi wewenang dan tanggung jawab untuk melaksanakan aktifitas kefarmasian. Tugas utama dari seorang apoteker adalah menurut UU kesehatan no. 36 tahun 2009 yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat & obat tradisional. Kini seorang apoteker dialamatkan pada kebutuhan masayarakat sekaligus pasien secara individual.

Faktanya saat ini di Indonesia baru ada sekitar 30 ribu-an apoteker. Sedangkan rasio apoteker di indonesia masih 1 berbanding 8000. Jumlah ini masih jauh dari kata ideal. Contoh nyata bisa kita saksikan dirumah-rumah sakit, yang kebanyakan hanya menyediakan satu atau dua orang apoteker saja.

Dirumah sakit instalasi farmasi adalah tempat apoteker berprofesi. Seharusnya peran seorang apoteker adalah sebagai decision marker dibidang obat. Tetapi dalam kenyataannya , peran apoteker hanya sebatas pengadaan kebutuhan obat. Peran apoteker sebagai konsultan obat sudah terpenuhi ditangan dokter.

0 comments:

Post a comment