Tuesday, 12 May 2015

Filled Under:

Tahun 2014, Kemenkes Resmikan Pendidikan Jarak Jauh Untuk Bidan dan Perawat

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi (2014) telah secara resmi memulai program pendidikan jarak jauh bagi perawat dan bidan di dua daerah. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di Indonesia.

Mengingat kondisi geografis Indonesia yang menyulitkan dalam penyebaran pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga kerja kesehatan di Indonesia, Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Dua institusi yang pada awalnya menjadi penyelenggara pertama PJJ adalah Politeknik Kesehatan (Poltekes) Kemenkes Kupang dan Poltekes Kemenkes Kalimantan Timur.

Pada tahun ajaran pertama 2014, sebanyak 87 orang yang berasal dari dua kabupaten sasaran di NTT yakni Flores Timur dan Sumba Barat Daya telah terdaftar untuk memulai pendidikan mereka dengan beasiswa selama periode pendidikan yaitu delapan semester.


Peserta didik di Kalimantan Timur berjumlah 50 orang yang berasal dari Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Program PJJ disebut Menkes direncanakan akan diterapkan di seluruh wilayah Indonesia dan merupakan jawaban pemerintah terhadap permasalahan kualitas tenaga kesehatan di lapangan.

Tercatat ada 116.000 perawat dan bidan di seluruh Indonesia yang sedang melayani di Puskesmas, rumah sakit, klinik dan fasilitas layanan kesehatan lainnya sebenarnya belum memenuhi standar jenjang minimun pendidikan tinggi tenaga kesehatan.

Berdasarkan Permenkes No.17 tahun 2013 dan Permenkes No.1464/menkes/per/X/2010 diharuskan jenjang minimum kualifikasi perawat dan bidan setara dengan Ahli Madya (D-III), hal ini masih terkendala karena kurangnya fasilitas untuk memberikan pelatihan yang baik.

"Program berbasis internet ini diharapkan dapat memberikan akses terhadap peningkatan kualitas bagi tenaga kesehatan terutama mereka yang berada di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan serta daerah bermasalah kesehatan," ujar Menkes.

BPPSDM Kemenkes telah mengembangkan lebih dari 456 modul pembelajaran dan sebanyak 120 tutor dan 70 petugas layanan bantuan belajar juga telah dilatih untuk melaksanakan dan memantau paket pendidikan jarak jauh (PPJ) itu.

0 comments:

Post a comment