Monday, 23 November 2015

Filled Under:

Fresh Graduate, Kenapa Susah Mendapatkan Pekerjaan?

Suatu hal yang sering terjadi di negeri ini, seorang sarjana yang baru saja lulus kesulitan mencari kerja. Memang di Indonesia ini lowongan pekerjaan bisa dibilang kurang. Hal ini dapat dilihat dari tingginya angka penganggurannya. Apalagi sebagai seorang fresh graduate atau orang yang baru saja lulus, mencari kerja memerlukan trik yang tepat agar dapat diterima kerja di suatu perusahaan.

Pertama, kebanyakan fresh graduate susah mendapatkan pekerjaan karena asal-asalan dalam melamar kerja. Mereka kurang memperhatikan persyaratan yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Misalnya saja sebuah lowongan memberikan syarat minimum seorang pelamar harus sudah memiliki pengalaman kerja selama 5 tahun. Tentu saja lowongan tersebut tidaklah cocok bagi kita seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman.

Kedua, fresh graduate yang susah mendapatkan pekerjaan biasanya benar-benar 0 alias tidak memiliki pengalaman sama sekali. Padahal seorang fresh graduate bisa saja mendapatkan pengalaman dari kerja magang atau kerja parttime saat masih kuliah. Namun mereka yang hanya sibuk kuliah saja biasanya lebih sulit dalam mencari kerja dibandingkan yang dari kuliahnya saja sudah sering magang.

Ketiga, fresh graduate yang susah mendapatkan pekerjaan biasanya terlalu pemilih. Dia menerapkan standar yang terlalu tinggi untuk dirinya sendiri. Misalnya saja hanya ingin bekerja di perusahaan multinasional saja, atau perusahaan yang memberikan gaji belasan juta saja. Padahal sebagai seorang fresh graduate yang minim pengalaman, mendapatkan pengalaman adalah hal yang paling utama dibandingkan gaji yang sangat besar. Memang benar, manusiawi jika seseorang menginginkan gaji yang besar. Namun percayalah akan ada saatnya dimana kamu berhasil dalam karirmu suatu saat nanti.


Keempat, nilai yang buruk juga dapat menjadi faktor sulitnya seorang fresh graduate mencari pekerjaan. Memang tidak semua perusahaan memberikan persyaratan IPK, namun apabila IPK kamu terlalu jelek, tentu saja perusahaan akan berpikir dua kali untuk merekrutmu. Apabila kamu adalah kandidat yang terlanjur lulus dengan IPK dibawah rata-rata, sebaiknya cari lowongan yang tidak melihat IPK. Karena terkadang ada juga perusahaan yang tidak mau tau seberapa besar IPK-mu, bahkan perusahaan tersebut tidak meminta transkripmu dalam masa perekrutan.

0 comments:

Post a comment