Saturday, 19 December 2015

Filled Under:

Kuliah di Jepang Tidak Susah Alias Mudah

Kuliah di Jepang itu sebenarnya tidak susah alias mudah. Memang budaya Jepang terlihat sangat jauh berbeda dengan Indonesia, tapi ketika kita berusaha untuk menghadapinya, maka pengalaman kuliah di Jepang akan terasa sangat berharga.

Menurut Caleb Merson Hasibuan, seorang siswa dari Tokyo International University, sebenarnya kehidupan di Tokyo tidak terasa jauh berbeda dengan kehidupan di Jakarta. Menurutnya, yang paling berbeda antara Tokyo dan Jakarta itu transportasi, cuaca, dan harga.

Caleb berpendapat bahwa perbedaan tersebut justru melatih dirinya menjadi dapat hidup lebih mandiri. Contohnya ketika dia harus menyesuaikan jadwal kuliah dengan jadwal bus. Selain itu dia juga dapat belajar mengontrol keuangan karena ongkos harian di sana sangat mahal.

Menurut Caleb, para mahasiswa di Jepang mengambil kerja part time untuk mendapatkan biaya hidup tambahan. Dia merasa mendapatkan pekerjaan di Jepang mudah, karena bisa jadi kasir swalayan, pelayan, koki, dan lainnya. Caleb mengatakan bahwa bisa bahasa Jepang Basic saja sebenarnya sudah cukup.

Bagi mahasiswa internasional, pemerintah Jepang emberikan waktu kerja 28 jam seminggu. Gaji per bulan biasanya mereka gunakan untuk membayar sewa apartemen dan juga biaya hidup sehari-hari.

Joshua Emor, seorang mahasiswa S-1 program English Track di Tokyo International University, berkata bahwa perlunya adaptasi untuk mengatasi perbedaan kebiasaan penduduk lokal disana.


Menurut Joshua semua siswa internasional disana bisa beradaptasi dengan baik. Dia juga berpendapat yang paling penting di jepang adalah rajin dalam segala aspek.

Joshua menyarankan sebelum berangkat, para calon mahasiswa internasional sebaiknya sudah mempelajari bahasa dan informasi dasar negara yang akan dituju, seperti soal budaya, peraturan spesifik, dan kebutuhan dasar lainnya.

Bahasa memang menjadi hal yang paling banyak menyulitkan mahasiswa internasional di Jepang. Namun hal tersebut diatasi oleh Pemerintah Jepang dengan membuka program sekolah bahasa yang dapat ditempuh selama 6 bulan sampai 2 tahun.

0 comments:

Post a comment