Thursday, 20 October 2016

Filled Under:

Contoh Proposal Program Kreativitas (PKM) Mahasiswa di Bidang Kewirausahaan [BAGIAN 1]

Judul Program:

Toko Buku Booking Bae Sebagai Solusi Mengatasi Keterbatasan Pilihan Produk Buku dan Sebagai Agen Perubahan Sosial Menuju Civil Society di Kota Purwokerto




Latar Belakang Masalah:


Apabila menilik fakta di lapangan, tidak semua daerah di Indonesia memiliki pusat perbelanjaan buku, salah satunya Kota Purwokerto, maka perlu dirintis sebuah pusat perbelanjaan buku di sini.

Di Purwokerto sebenarnya ada beberapa toko buku, namun berdasarkan pengalaman pengaju proposal dan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman, untuk mencari buku yang diinginkan di Purwokerto sangat sulit karena toko-toko buku tersebut tidak menyediakan. Otomatis, mahasiswa harus membeli di luar kota atau memesannya melalui toko buku online di internet.

Masalah sulitnya mendapatkan buku yang diinginkan di Purwokerto merupakan peluang usaha yang progresif dan perlu dicari solusinya. Sebuah toko buku yang mampu memenuhi keinginan pembeli dengan mencarikan buku yang sedang dicari dan juga mampu menjual buku-buku berkualitas bagus dan murah perlu untuk hadir di Purwokerto.

Toko Buku Booking Bae adalah solusi dari masalah ini. Toko Buku Booking bae memiliki katalog tak terbatas karena bekerja sama dengan banyak penjual buku online dan penerbit buku di Indonesia. Katalog tak terbatas ini memungkinkan pembeli dapat memesan buku apapun yang diinginkan. Toko Buku Booking Bae akan membantu mencarikan buku tersebut sampai dapat. Harga yang dibandrol bisa murah namun tetap berkualitas karena Toko Buku Booking Bae membeli (kulakan) buku langsung dari penerbit dan  tidak hanya menjual buku baru, tetapi juga buku bekas.

Alasan substansial lain (selain sulitnya mendapatkan buku yang diinginkan/dicari di Purwokerto, apalagi dengan harga murah dan kualitas bagus) yang memperkuat bahwa toko buku Booking Bae harus ada di Purwokerto adalah karena:

1. Jumlah perguruan tinggi di Purwokerto cukup banyak sehingga permintaan akan pustaka (buku) akan selalu ada, apalagi ketika mahasiswa dan dosen sedang melakukan penelitian cenderung pontang-panting mencari buku karena tidak tersedia di perpustakaan kampus.

2. Toko Buku Booking Bae akan dikelola oleh mahasiswa yang paham dan menyenangi dunia literasi. Toko Buku Booking Bae tidak sekadar lapak jual-beli yang sarat monopoli modal. Tetapi, toko ini juga akan digerakkan untuk memiliki sebuah ruang diskursus, tempat membedah buku dan berdiskusi bagi civitas akademika dan masyarakat di kota Purwokerto. Ruang diskursus memang sedang dibutuhkan di Indonesia sebagai cerminan dari praktek demokrasi deliberatif, sebagai jalan mewujudkan Civil Society atau Masyarakat Madani.

Perumusan Masalah

1. Bagaimana desain konseptual ruang dan sistem kerja di Toko Buku Booking Bae?
2. Bagaimana cara booking (memesan) buku di Toko Buku Booking Bae?
3. Bagaimana Toko Buku Booking Bae memasok buku (kulakan) dan kerjasama Toko Buku Booking Bae dengan Para Penjual Buku Online dan Penerbit Buku di Indonesia?
4. Bagaimana Toko Buku Booking Bae membuat Infinity Catalog Books?
5. Bagaimana gambaran jalannya bedah buku dan diskusi di Ruang Diskursus Toko Buku Booking Bae?

0 comments:

Post a comment