Sunday, 22 April 2018

Filled Under:

Di Jepang, Lulusan Universitas Menjadi PSK?

Pekerja PSK di Jepang banyak yang memiliki pendidikan tinggi atau lulusan universitas. Awalnya bermula dari biaya kuliah yang mahal, biaya hidup yang mahal, hingga kurangnya bantuan keuangan dari orang tua. Pada akhirnya mereka mulai menjadi PSK demi menutupi kebutuhannya tersebut. Kenyataan dari sisi gelap kehidupan di Jepang itu diungkapkan dalam majalah Flash.

Miho Wakabayashi (35) adalah seorang wanita lulusan Universitas Tohoku Jepang. Wakabayashi pernah bekerja melakukan Nyotaimori (Body sushi). Dia menjadi seorang wanita telanjang yang disajikan sushi diatas tubuhnya.

Sejak muda Wakabayashi memang sudah memiliki keinginan untuk bekerja dalam dunia hiburan. Namun hal itu tentu saja akan mendapatkan tentangan dari orang tuanya. Oleh karena itu Wakabayashi memutuskan tinggal jauh dari rumahnya dengan kuliah di Tohoku University, agar bebas mencari uang sendiri.


Wakabayashi bekerja dalam sebuah teater hiburan, menjadi hoster, hingga menjadi penari telanjang. Dia melakukan hal tersebut tidak hanya untuk uang saja, namun dia mengaku penasaran dan ingin mendapatkan pengalaman.

Semasa menjadi PSK, penghasilannya bisa mencapai hingga 500.000 yen per bulan (Rp 60 juta). Dia pernah bekerja diKoganecho Yokohama, melayani orang hingga mencapai 20 orang per hari, yang masing-masingnya sekitar 15 menit.

Uang jajan para mahasiswa Jepang saat ini semakin berkurang. Rata-ratamahasiswa Jepang hanya menerima sekitar 72.280 yen per bulan. Hal tersebut tergolong sangat kurang sekali. Kehidupan di Jepang paling tidak menghabiskan 100.000 yen per bulan, dan itu hanya untuk uang makan dan uang sewa tempat tinggal saja.

Aoi (30), lulusan Aoyama Gakuin University, menjadi wanita panggilan setelah lulus kuliah. Dia bekerja di sebuah tempat panti pijat di Jepang. Hanya bekerja 3 hari atau 4 hari per minggu, Aoi bisa mendapatkan gaji hingga 600.000 yen per bulan.

Airi (26), lulusan Universitas Hosei, memiliki penghasilan sebesar 300.000 yen per bulan dari pekerjaannya sebagai seorang PSK. Airi juga hanya bekerja empat hari dalam seminggu. Airi bekerja di Onakura, tempat masturbasi untuk tamu-tamu lelaki.

Peminat menjadi pekerja PSK di Jepang ini cukup banyak. Hingga 100 orang wanita biasanya mendaftar tiap bulannya pada sebuah tempat hiburan. Namun memang tidak banyak yang betah dan bertahan, hanya sekitar 20 sampai 30 persen saja yang bertahan. Sisanya berhenti, atau pindah ke tempat yang lain.

0 comments:

Post a comment