Monday, 22 October 2018

DAAD, Solusi Kuliah Gratis di Jerman

DAAD atau German Academic Exchange Service mendukung mahasiswa internasional untuk melanjutkan studinya di Jerman. DAAD menyediakan berbagai macam beasiswa bagi para mahasiswa yang berminat kuliah di Jerman.

Memang seperti yang mungkin sudah kalian ketahui, kuliah Jerman itu nyaris gratis. Namun biaya hidup di Jerman yang cukup mahal membuat tak semua orang bisa kuliah di Jerman. DAAD merupakan salah satu solusi agar kamu bisa kuliah secara gratis di Jerman.

Berikut adalah beberapa beasiswa yang ditawarkan oleh DAAD:

1. Development-Related Postgraduate Courses (EPOS)

EPOS ditujukan bagi program Pascasarjana (Master dan PhD). Beasiswa ini adalah beasiswa full atau penuh, yang akan mengcover semua keperluan biaya studi kamu selama di Jerman. Target dari penerima beasiswa ini adalah para profesional muda yang berasal dari negara-negara berkembang.

Untuk mendapatkan beasiswa ini, sang pelamar beasiswa haruslah sudah lulus sarjana dengan program studi yang berhubungan dengan program Pascasarjana yang dituju. Selain itu, pelamar beasiswa juga minimal harus memiliki pengalaman kerja sebanyak 2 tahun. Namun hanya terdapat beberapa bidang saja yang memungkinkan untuk mendapatkan beasiswa ini, yaitu bidang-bidang yang berhubungan dengan pembangunan dan lingkungan. Untuk lebih jelasnya, silahkan cek secara langsung situs DAAD-nya.


2. Helmut-Schmidt-Programme: Master’s Scholarship for Public Policy and Good Governance (PPGG)

Target dari penerima beasiswa penuh ini adalah orang-orang yang berasal dari Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, Asia Tenggara, serta negara Timur Tengah. Beasiswa untuk program Master ini dikhususkan untuk para pemimpin masa depan..

Agar bisa mendapatkan beasiswa ini, kamu harus memiliki prestasi akademik yang baik, memiliki kemampuan bahasa Inggris dan Jerman, terlibat dalam lingkungan politik dan sosial. Selain itu, pelamar beasiswa juga harus memiliki motivasi dan ketertarikan terhadap program studi yang akan diambil. Gelar sarjana yang dimiliki tidak boleh lebih dari 6 tahun ketika melamar beasiswa. Tidak pernah tinggal di Jerman lebih dari 15 bulan ketika melamar beasiswa.

3. Sustainable Water Management: Study Scholarship and Research Grants for Foreigner

Beasiswa penuh ini juga ditujukan untuk program Pascasarjana (Master dan PhD). Hanya beberapa negara saja yang berhak mendapatkan beasiswa ini, yaitu Indonesia, Kamboja, Yordania, Kazakhstan, Iran, Kyrgystan, Myanmar, Laos, Mongolia, Tajikistan, Uzbekistan, Thailand, Turkmenistan, dan Vietnam. Beasiswa ini spesifik bagi program studi yang berhubungan dengan pengelolaan air berkelanjutan.

Sama halnya seperti beasiswa EPOS, pelamar beasiswa ini juga harus memiliki pengalaman minimal 2 tahun. Tidak hanya itu, gelar sarjana terakhir yang diperoleh tidak boleh lebih dari 6 tahun. Memiliki IPK minimal 2.75. TOEFL IBT 80 atau IELTS 6.0, serta memiliki kemampuan berbahasa Jerman.

4. Doctoral Degree dan Post Doc Scholarship Programs

Beasiswa dikhususkan untuk program Doktoral dan Post Docs. Kriteria yang harus dimiliki oleh pelamar adalah Gelar Magister yang diperoleh tidak lebih dari 6 tahun. Melampirkan surat penerimaan atau LoA dari universitas yang dituju. IPK minimal 3.0. TOEFL IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0, serta kemampuan bahasa Jerman jika diharuskan.

Lulusan ITB Mudah Dapat Kerja? Siapa Bilang?

Sebagai seorang lulusan ITB, saya berani bilang lulusan ITB itu belum tentu mudah dapat kerja. Berdasarkan pengalaman pribadi, saya melihat banyak juga teman-teman ITB saya yang kesulitan mencari pekerjaan. Kenapa?

Jurusan yang sepi lowongan kerja

Ada banyak jurusan di ITB, dan tidak semua jurusan yang ada di ITB itu memiliki prospek yang "baik". Maksudnya ada juga jurusan-jurusan yang nanti lulusannya akan kesulitan mencari kerja karena tidak banyak lowongan kerja yang tersedia.

Terlalu pemilih

Banyak juga para lulusan ITB ini terlalu pemilih dalam hal mencari kerja. Mereka hanya ingin mendapatkan pekerjaan ditempat yang memiliki reputasi yang besar saja, dan juga hanya ingin digaji besar saja. Padahal sebagai seorang yang baru lulus atau fresh graduate, kita seharusnya bersedia menerima kerja di tempat yang biasa-biasa saja. Tanpa pengalaman, seorang lulusan ITB tidak begitu jauh berbeda dengan lulusan-lulusan universitas lainnya.


Kurang memiliki pengalaman yang praktikal

Semasa kuliah, banyak juga mahasiswa ITB yang "kupu-kupu", kuliah pulang kuliah pulang. Mereka tidak peduli dengan pengalaman lain selain kuliah. Padahal di dunia kerja, mereka akan lebih mengutamakan orang-orang yang sudah memiliki pengalaman kerja.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pengalaman kerja, salah satu caranya adalah dengan mengambil pekerjaan parttime sesuai bidang di jurusan kamu. Contohnya saya sendiri, waktu itu di tingkat akhir saya sibuk mengambil proyek, dan juga saya kerja sebagai pekerja parttime di sebuah perusahaan. Alhasil bahkan sebelum lulus kuliah, saya sudah mendapatkan kontrak kerja sebagai pekerja full time di luar negeri.

Oleh karena itu, apabila kamu berniat untuk kuliah di ITB dengan alasan lebih mudah dapat kerja, hal tersebut bisa saya bilang tidaklah sepenuhnya benar. Memang nama almamater ITB itu akan membantumu supaya dilirik oleh HRD. Tapi apabila kamu salah jurusan, terlalu pemilih, atau bahkan kamu hanya seorang kupu-kupu, bisa jadi kamu mungkin saja akan kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan.

,

Prospek Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat

Ahli kesehatan masyarakat berupaya membantu orang agar tidak sakit, dan juga membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Meskipun memang perannya sangat dibutuhkan di dunia kesehatan, namun mereka sering dipandang sebelah mata.

Tidak banyak orang yang merasa membutuhkan peran mereka. Berbeda halnya dengan dokter, perawat, bidan, ataupun apoteker, bahkan tidak banyak yang tahu bahwa bidang kesehatan masyarakat sebenarnya ada.

Lulusan Sarjana Kesehatan Masyarakat diharapkan dapat menjadi tenaga ahli di bidang epidemiologi kesehatan masyarakat, kesehatan kerja, kesehatan lingkungan, asuransi kesehatan,  gizi kesehatan masyarakat, hingga tenaga penyuluh kesehatan.

Prospek lulusan sarjana kesehatan masyarakat sebenarnya tidak hanya bekerja di Puskesmas saja. Memang jelas lulusan SKM dapat bekerja di Puskesmas, tapi sebenarnya masih banyak tempat kerja yang cocok bagi lulusan SKM ini. Prospek lulusan SKM ini sebenarnya cukup luas.


Dalam sektor swasta, lulusan SKM sebenarnya juga dibutuhkan. Misalnya pada sebuah industri ataupun organisasi yang membutuhkan QHSE (Quality, Health, Safety and Environment). Tidak hanya itu, lulusan SKM juga bisa menjadi konsultan kesehatan.

Apabila kamu lebih tertarik di industri kesehatan, selain puskesmas, rumah sakit, dinas kesehatan, BPJS, juga dapat menjadi pilihan tempat kamu berkarir. Selain itu, kementrian kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga peluang kerja di WHO (World Health Organization) juga mungkin saja bisa kamu dapatkan.

Untuk menjadi seorang ahli kesehatan masyarakat yang berkualitas dan dapat bersaing, tentu saja kamu harus serius mempelajari dan mendalami ilmunya. Karena memang cukup banyak lulusan SKM ini. Persaingan untuk mendapatkan kerjanya pun tentu saja menjadi sulit. Tidak hanya itu, meskipun prospek kerjanya terlihat cukup luas, namun tidak banyak lulusan SKM ini dibutuhkan pada sebuah tempat.

Sunday, 20 May 2018

Gagal Inteview? Jangan Sedih, Ini Tips Mengatasinya

Selalu gagal interview? Kecewa? Sedih? Mulai tidak percaya akan kemampuan diri sendiri? Jangan khawatir, gagal interview adalah hal yang biasa terjadi. Seberapa kuat dan gigihnya kamu dalam menghadapainya akan menentukan kesuksesan kamu dalam mendapatkan pekerjaan pada interview-interview selanjutnya.

Memang pada kenyataannya mencari pekerjaan itu tidak mudah. Tidak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan kerja hanya dalam sekali lamaran saja. Banyak orang yang harus gagal berkali-kali, bahkan hingga puluhan kali. Kecewa itu wajar, tapi jangan sampai berlarut-larut.

Ada tiga tips yang sebaiknya dilakukan pasca kegagalan interview.

1. Intropeksi diri

Lakukan instropeksi diri, carilah alasan mengapa kamu gagal dalam interview. Apakah karena masalah komunikasi? Masalah teknis? Kurangnya pengetahuan? Jika kamu sudah mengetahui alasannya, perbaikilah, tingkatkan kekuranganmu tersebut. Karena sebenarnya gagal interview itu juga merupakan pengalaman yang bagus agar kamu bisa terus belajar meperbaiki kekuranganmu.


Apabila masih ingat, catatlah semua pertanyaan yang ditanyakan kepadamu pada saat interview. Dan instropeksi setiap jawaban yang kamu berikan, dan lakukan improvisasi. Hal ini sangat berguna agar kamu dapat menjawab dengan lancar pada interviewmu selanjutnya. Bahkan mungkin saja apabila nantinya perusahaan yang sama membuka lowongan kembali, kamu bisa mencoba lagi dan tentu saja dengan persiapan yang lebih baik karena kamu sudah menguasai kira-kira pertanyaan apa saja yang mungkin akan ditanyakan kembali.

2. Luapkan emosi

Merasa ada yang tidak enak dihati? Bisa jadi hal tersebut karena kamu terlalu memendam emosi kamu. Berlama-lama memendam emosi sangatlah tidak baik. Cara yang ampuh untuk meluapkan emosi ini bukan berarti kamu menjadi marah-marah dan tidak terkontrol. Bukan bearti kamu datang ke interviewer dan berteriak-teriak kepadanya.

Namun cara yang ampuh adalah dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan. Kamu suka travelling? Lakukan travelling segera dan pergilah ke tempat yang  menurutmu menyenangkan. Kamu suka mendaki gunung? Kamu suka menonton film? Apapun itu, lakukanlah hal yang menyenangkan bagimu, dan berikanlah waktu bagi dirimu untuk me-reset ulang motivasimu.

3. Fokus ke masa depan

Setelah melihat ke belakang untuk mengintropeksi diri, sekarang sudah saatnya bagimu untuk fokus ke masa depan. Jangan terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Ingatlah mimpimu, ingatlah apa yang sebenarnya ingin kamu tuju. Dengan menatap jauh ke masa depan, kamu akan berusaha untuk terus maju untuk menggapainya. Ingatlah, masa depan itu lebih penting daripada kesedihanmu.

Mulailah melamar pekerjaan lagi setelah kamu siap dan move on dari kekecewaanmu. Percayalah masa depan yang cerah menantimu. Tidak akan lahir Alibaba apabila Jack Ma berhenti setelah gagal dalam banyaknya interview, tidak akan lahir Harry Potter apabila JK Rowling berhenti menulis setelah di-reject dimana-mana, tidak akan lahir Walt Disney apabila dia berhenti setelah ditolak karena dianggap kurang imajinasi. Teruslah berusaha, dan jangan pernah menyerah.