Tuesday, 20 January 2015

Filled Under:

Prospek Lulusan Kebidanan di Masa Depan

Dipastikan jumlah bidan semakin bertambah banyak karena semakin banyaknya kampus-kampus yang menghasilkan lulusan kebidanan di Indonesia. Diprediksi Indonesia akan mengalami kelebihan bidan pada tahun 2015 akibat membludaknya lulusan kebidanan. Apakah masih ada prospek lulusan bidan di negeri ini akibat hal tersebut?

Perkiraan ini membludaknya lulusan bidan ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI), Dr Harni Koesno, MKM. Menurut Dr Harni, kebutuhan bidan yang ideal adalah 1 bidan untuk 1.000 warga. Dengan perkiraan populasi Indonesia pada tahun 2012 adalah 250 juta jiwa, maka kebutuhan pada saat itu adalah 250 ribu orang tenaga bidan untuk didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Menurut PP IBI, saat ini sudah ada sekitar 200 ribu lulusan kebidanan dan sudah tercatat sekitar 101 ribu yang terdaftar sebagai anggota PP IBI. Padahal dengan sekitar 726 akademi kebidanan, 3 universitas dengan jurusan S-1 kebidanan dan 2 instansi untuk S-2 maka tiap tahun ada 29 ribu bidan baru. “Dengan perbandingan tersebut, diperkirakan pada tahun 2015 akan terjadi surplus bidan,” kata Dr Herni.


Untuk mengatasi jumlah bidan yang berlimpah itu, Dr Harni telah bekerjasama dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) untuk mengirim bidan ke luar negeri. Salah satu negara yang menjadi tujuan utama pengiriman adalah Timor Leste. Pengiriman ke negara yang masih memungkinkan lainnya yaitu Kanada, Australia, Amerika Serikat dan Dubai.

Sementara itu, alumni sekolah bidan di Kalimantan Selatan kini membludak setelah pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa tahun terakhir mendorong dibukanya jurusan kebidanan untuk fakultas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan Rosihan Adhani di Banjarmasin, mengatakan, sejak lima tahun terakhir di Kalimantan Selatan banyak berdiri sekolah kebidanan. “Kini sekolah-sekolah tersebut mulai meluluskan mahasiswa kebidanan yang siap ditempatkan di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” kata Rosihan.

Banyaknya sekolah kebidanan di Kalsel tersebut didorong adanya kekurangan bidan di daerah ini untuk ditempatkan di seluruh desa di daerah kaya sumber daya alam ini.

Kondisi sama juga terjadi di Kabupaten Bengkalis, pasca adanya registrasi ulang dari pusat, hingga akhir Desember 2011 kemarin mencapai 500 orang lebih. Saat ini, untuk pendataan bidan yang nantinya akan diterbitkan Surat Tanda Registrasi (STR), sudah dikirim ke provinsi untuk pendataan kembali.

Menurut Ketua Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Bengkalis Hj Linda, peregistrasian ulang bagi seluruh bidan, terutama bagi bidan yang telah menamatkan pendidikannya dibawah tahun 2011, perlu dilakukan dan harus mengantongi surat registrasi kebidanan. Jika tidak memiliki surat registrasi, maka bidan yang bersangkutan di tahun 2012 ini, diharuskan mengikuti uji kompetensi.

Ditengah membludaknya lulusan akbid, bagaimana menurut kamu? Apakah jurusan bidan berprospek bagus?

Saya kira jurusan bidan masih berprospek bagus selama kamu bersedia ditempatkan di daerah. Kebutuhan bidan di daerah dirasa masih kurang, apalagi kebutuhan bidan di desa hingga ke daerah terpencil. Selain itu jika melihat dari ulasan diatas, lulusan bidan bisa saja dikirim ke luar negeri yang tentu saja gajinya akan lebih besar dibandingkan kerja di Indonesia.

Jadi dapat disimpulkan prospek dan masa depan lulusan akbid masih bagus, asalkan kamu menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan sesuai dengan passion kamu. Good Luck :)

Baca juga artikel tentang Prospek dan Masa Depan Lulusan Keperawatan, Klik Disini.

11 comments:

  1. jurusan kebidanan nampaknya masih mempunyai prospek yang bagus ya gan? asalkan mau ditempatkan di daerah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju (y)... soalnya penyebaran bidan belum merata... penuh sesak di daerah-daerah tertentu....jadi kesannya membludak ..

      Delete
  2. di daerah ane (prov. kep. babel)lulusan kebidanan bnyk yg nganggur tuh gan...ane nyebutnya pengangguran kelas elit.cz biayanya lmayan mahal untk d3 minimal 120an jt. trus jmlh lulusan tiap tahunnya tdk kurang dr 300 bidan.

    ReplyDelete
  3. Bidan.. oh.. bidan, semangat terus ya 😘😘

    ReplyDelete
  4. ya itu tahun 2015...skrng 2016 bidan udah bnyak,mau sukses saingan jg bnyak...

    ReplyDelete
  5. Semnagt teman2 bidan tetap semngat...bagi yang belum lulus ujian kompetensi tetap semngatt dan giat belajar lagi....

    ReplyDelete
  6. Semnagt teman2 bidan tetap semngat...bagi yang belum lulus ujian kompetensi tetap semngatt dan giat belajar lagi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. “Teman teman mahasiswa” ayo ciptakan lapangan pekerjaan, bukan mencari pekerjaan

      Delete
  7. Saya akan buka rumah sakit Besar di plg.aamiin

    ReplyDelete
  8. Cari ilmu nya terus bikin tempat praktik sendiri, habis tu rekrut org utk jadi pekerja. Kita yg mengelola

    ReplyDelete
  9. Cari ilmu nya terus bikin tempat praktik sendiri, habis tu rekrut org utk jadi pekerja. Kita yg mengelola

    ReplyDelete