Wednesday, 17 August 2016

Filled Under:

Anda Ingin Kuliah Jurusan Psikologi? Pertimbangkan Baik-Baik Resiko Terburuknya Ini!

Biasanya anak SMA yang menginjak kelas 12 SMA, banyak yang ingin masuk jurusan psikologi, terutama perempuan. Ada banyak alasan mengapa jurusan ini dianggap menarik untuk mereka. Alasan mayoritas adalah karena sepertinya asyik, mempelajari kepribadian manusia. Dan asyik bisa mendengarkan curhatan orang lain.

Pandangan tersebut tentu sangat dangkal untuk menjadi sebuah alasan memilih jurusan kuliah.    Yang perlu diketahui adalah Psikologi adalah sebuah ilmu yang mempelajari struktur kepribadian manusia. Psikologi banyak bermain dengan alat ukur untuk menentukan tingkat kecerdasan. Dan banyak gunakan skala-skala untuk membuat klasifikasi. Psikologi tidak hanya bicara soal konseling, karena konsentrasi jurusan konseling pun ada sendiri.


Dan satu lagi yang mesti digariskan bahwa ilmuwan Psikologi (psikolog) tidaklah memiliki otoritas untuk mengobati sebuah penyakit. Psikolog bukalah dokter yang bermain dengan diagnosa dan rujukan obat. Karena profesi ini ada sendiri, yaitu: Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa.

Daripada bingung soal Psikologi, sebaiknya anda baca baik-baik daftar resiko terburuk mengambil jurusan Psikologi. Daftar ini tidak bermaksud memojokkan jurusan Psikologi, namun hanya sebagai bahan untuk perenungan. Karena jurusan ini tidak boleh dimasuki hanya karena alasan asyik saja. Nanti bisa sia-sia ilmunya dan pelajarnya pun jadi sia-sia hidupnya nanti tidak tahu arah. Daftarnya adalah:

  • Bila anda kuliah jurusan Psikologi, maka anda harus siap menjadi seorang ilmuwan yang mengerahkan segala daya pikir dan kreativitas. Agar anda mampu menciptakan sebuah teori Psikologi yang komprehensif.
  • Jangan berpikir bahwa saat lulus anda akan membuka sebuah kantor biro konseling atau sebuah biro jasa pengukuran IQ. Karena yang seperti tidak akan membuat anda hidup bahagia. Ilmu anda akan mubah. Psikolog masa kini harus keluar dari zona kuno demikian, Psikolog harus ada sumbangsihnya terhadap pemikiran dan keilmuan. Kalau semua Psikolog ingin buka kantor demikian, mungkin 10 tahun lagi Psikologi akan basi. Isinya hanya ilmu stagnan warisan zaman dulu.
  • Lulusan jurusan Psikologi susah mendapatkan pekerjaan di sektor-sektor yang mainstream karena ilmunya dianggap terlalu teoritis. Maka dari itu, pertimbangkan baik-baik, bila anda tidak siap untuk kreatif menjadi ilmuwan psikologi, sebaiknya jangan kuliah di sini.
  • Ketahuilah bahwa pada zaman dahulu, Psikologi sangat bergengsi di kalangan para akademisi di Eropa. Psikologi berkembang bersamaan dengan filsafat dan ilmu kedokteran, sehingga dulu menjadi sangat maju. Banyak tokoh terkenal seperti Sigmund Freud dan Karl Gustav Jung yang karyanya masih bisa dinikmati hingga sekarang. Mereka bukanlah ilmuwan yang sekadar mempelajari cara menghitung IQ, tapi melampaui itu, mereka bermain di dalam analisis tentang spirit manusia. Bahkan Freud mengeluarkan teori komprehensif soal mimpi. Jadi sebaiknya bila anda berpikir kuliah hanya untuk menyerap ilmu dan kerja sebagai penghitung IQ, bukannya menciptakan teori baru, sebaiknya mundur saja.

0 comments:

Post a Comment