Saturday, 20 August 2016

Filled Under:

Belajar Sukses Pada Ibu Menteri Susi Pudjiastuti

Siapa yang tidak kenal dengan Ibu Menteri Suji Pudjiastuti? Sejak menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia sejak tahun 2014 hingga 2019, pesona Bu Susi tak pernah pudar. Berbagai macam kiprahnya sebagai Menteri KKP selalu mendapatkan sorotan dan tepuk tangan. Belum lama kemarin, aksinya menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan asing menuai banyak pujian. Bu Susi dianggap sebagai Menteri yang tegas dan pemberani. Pemikiran dan langkahnya sangat cerdas dan independen.



Sebelum menjabat sebagai Menteri di KKP, Bu Susi adalah seorang pengusaha sukses di bidang Perikanan dan Penerbangan Perintis. Di bawah kepemimpinannya, berdiri dua perusahaan besar bernama PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan PT ASI Pudjiastuti Aviation. Selain itu, Bu Susi juga sedang mengembangkan sebuah sekolah penerbangan bernama Susi Flying School yang dikelola oleh PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Bu Susi tergolong jenis orang yang sangat nyentrik. Ia memiliki kebiasaan menghisap rokok. Bahkan ia memiliki tattoo di kakinya, konon bercorak burung Phoenix. Suara bu Susi terdengar tegas dan garang, semakin menambah wibawanya. Beliau juga memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik. Ini tak terlepas dari pergaulannya sejak dulu memang banyak dengan bule. Dua anaknya, Nadine Kaiser dan Alvy Xavier juga adalah buah pernikahannya dengan bule.

Kesuksesan Bu Susi bukan tanpa proses. Beliau sudah pontang-panting sejak muda, memutuskan berwirausaha. Jabatannya kini sebagai menteri ibarat takdirnya yang terduga. Bagaimana seorang pengusaha yang sebenarnya hanya memiliki ijasah lulus SMP, ternyata bisa menjadi sangat hebat. Berikut adalah poin-poin kesuksesan yang bisa dijadikan inspirasi belajar sukses pada Ibu Menteri Susi Pudjiastuti:

  1. Yakinlah bahwa kesuksesan tidak selalu harus sekolah tinggi. Kesuksesan diraih dari kerja keras dan kemandirian. Meski demikian, pendidikan itu penting dan tidak seharusnya ditinggalkan bila mampu menjalankan. Karena orang yang tidak memiliki ijasah harus siap bekerja keras berkali-kali lipat dibanding yang berijasah. Meskipun Bu Susi hanya sekolah sampai kelas 2 SMA dan ijasah terakhirnya hanya SMP, beliau tidak mau anak-anaknya kerjakeras dan perih sepertinya dirinya. Beliau menyekolahkan ketiga anaknya sampai tinggi.
  2. Hidup adalah sebuah kebebasan dan komitmen. Ketika sudah memilih sebuah jalan, maka tekuni jalan itu dan jangan mengeluh. Bu Susi meninggalkan bangku SMA-nya dan memilih hidup menggelandang sebagai pengusaha yang serabutan, apa saja dikerjakan dari mulai jualan spring bed hingga jualan ikan. Hingga pada akhirnya takdir membawanya menjadi seorang eksportir produk perikanan, terutama lobster.
  3. Diri kita adalah milik kita sendiri. Kita tidak ditentukan dari penampilan luar. Meskipun bu susi nyentrik dengan merokok dan bertato, beliau adalah orang yang bertanggungjawab. Beliau bisa bekerja dengan baik. Independensinya tidak membuatnya menjadi seorang yang tidak tahu aturan. Ia menjunjung tinggi sebuah aturan main yang jujur dan terbuka.

0 comments:

Post a Comment