Sunday, 21 August 2016

Filled Under:

Untungnya Bisnis Perumahan Kluster Berkat KPR

Tahukah kamu tentang perumahan kluster? Perumahan ini adalah jenis perumahan yang berada di lahan sempit dan hanya terdiri dari 8-12 unit rumah saja. Perumahan kluster sudah beberapa tahun belakangan menjadi tren di kalangan para pebisnis developer perumahan karena pembangunannya mudah, investasinya murah, dan modal serta keuntungan cepat didapat berkat adanya KPR, yaitu Kredit Kepemilikan Rumah yang dikeluarkan oleh bank.

Skema KPR membuat seorang pembeli rumah tidak langsung membayar tunai rumah tersebut. Tetapi membayarnya melalui cicilan bank dalam waktu beberapa tahun yang disepakati. KPR juga menguntungkan para pebisnis/pemilik/developer perumahan karena bila ada seorang pembeli yang KPR-nya disetujui bank, maka pebisnis tersebut akan langsung mendapatkan bayaran tunai total sejumlah harga rumah dari bank yang bersangkutan. Sehingga memang dapat dikatakan bahwa bisnis ini sangat cepat perputaran uangnya. Apalagi bila produk perumahannya memang bagus dan strategis di mata konsumen di pasar.


Meski terlihat begitu mudah. Konsumen harus benar-benar jeli memilih bank dan memilih developer perumahannya. Karena jangan sampai ternyata dijebloskan pada kredit yang sangat mahal dan seolah tak kunjung usai. Selain itu, konsumen juga harus jeli memilih rumah. Pastikan bahwa rumah yang dibeli benar-benar bagus. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa produk rumah yang ditawarkan developer perumahan kualitasnya mayoritas buruk, dibanding rumah yang dibangun sendiri. Namanya juga bisnis, developer pasti tidak mau rugi menjual barang-barang yang benar bagus 100%, ada saja yang kualitasnya buruk. Misalnya dindingnya rapuh. Atapnya bukan rangka baja.



Dan untuk para developer perumahan kluster, sebaiknya juga jangan mempermainkan harga dan mempermainkan kualitas rumah. Bangun saja rumah bagus agar citra anda semakin bagus di mata masyarakat. Lagipula program KPR sudah sangat mengutungkan developer zaman sekarang karena bisa mempercepat akumulasi atau perputaran modal.

Dan yang paling penting adalah patuhi segala tata tertib. Untuk para developer harus memperhatikan peraturan pemerintah yang berlaku di daerah di mana perumahan dibangun. Selain perijinan tanah. Perhatikan juga aturan lain, seperti aturan untuk membayar pajak, menyediakan pemakaman, menyediakan lahan hijau, lahan resapan air. Jangan sampai ketika perumahan sudah jadi 100% dibangun, malah berurusan dengan hukum agraria, pajak, tata ruang dan wilayah.

0 comments:

Post a Comment