Wednesday, 7 September 2016

Filled Under: ,

Alasan Mengapa Seorang Pemimpin Gerakan Sosial (Pelayan Masyarakat) Haruslah Orang yang Sudah Mapan Ekonominya

Menjadi aktivis gerakan sosial merupakan mimpi sebagian orang. Banyaknya gerakan filantropi yang membutuhkan tenaga relawan, membuat aktivitas derma sosial semacam ini menjadi gaya hidup masa kini. Bersosial artinya eksis, dan eksis adalah sebuah prestige.

Di sela-sela padatnya jadwal kuliah atau tuntutan kerja memenuhi kebutuhan sehari-hari, ada saja orang yang masih menyempatkan diri menjadi seorang aktivis sosial, apalagi posisinya tidak tanggung-tanggung, ia menjadi pemimpinnya.



Pertanyaan mendasar dalam hal filantropi atau segala sesuatu jabatan sosial-politis adalah bagaimana kriteria pemimpin yang baik? Yang layak menduduki jabatan sebagai pemimpin. Soalnya jabatan sebagai ketua atau pemimpin gerakan sosial bukan main-main. Butuh tanggungjawab besar, terutama dalam hal pengelolaan dana dari para donatur.

Dalam teori Politik Otentik yang dicetuskan Hannah Arendt. Sebenarnya seorang pemimpin, segala pemimpin haruslah merupakan orang yang sudah mapan ekonominya. Sehingga ia tidak lagi merasa lapar atau harus dikenyangkan. Ia harus orang yang sudah tidak memiliki motif ekonomi dalam melakukan pelayanan masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, berikut telah kami paparkan alasan mengapa seorang pemimpin gerakan sosial (pelayan masyarakat) haruslah orang yang sudah mapan ekonominya:

  1. Menjadi pemimpin haruslah amanah. Amanah dapat dicapai dengan tempaan nurani yang panjang
  2. Salah satu jalan menjadi amanah adalah diri telah merasa cukup, tidak butuh dilayani, justru melayani
  3. Kemapanan ekonomi adalah indikator ketercukupan diri
  4. Orang yang mapan ekonominya lebih pandai dalam meredam nafsunya akan uang
  5. Sehingga ketika melihat uang yang bukan haknya tidak akan berpaling
  6. Kecuali memang memiliki watak atau karakter pencuri
  7. Di mana jabatan politis selalu dianggap sebagai sebuah ajang mengeruk kekayaan
  8. Tentu saja kekayaan yang dikeruk adalah kekayaan para donatur
  9. Orang yang mapan ekonominya akan seutuhnya menganggap jabatannya sebagai pemimpin gerakan sosial sebagai sebuah pengabdian tanpa pamrih
  10. Orang yang belum mapan ekonominya akan menganggap jabatan sebagai pemimpin gerakan sebagai sebuah pekerjaan. Bicara pekerjaan, maka akan berhubungan dengan gaji
  11. Padahal dalam sebuah gerakan sosial sesungguhnya gaji itu tidak ada. Maka untuk mengakalinya, satu-satunya cara adalah dengan mengambil dari kas donasi
  12. Mengambil gaji dari kas donasi sama saja korupsi karena uang itu bukanlah hak siapapun. Itu adalah hak manajemen organisasi gerakan sosial, demi kepentingan bersama, kepentingan organisasi

0 comments:

Post a Comment