Monday, 12 September 2016

Filled Under:

Prospek Kerja Sarjana Filsafat

Filsafat hanya untuk orang-orang yang aneh pemikirannya. Filsafat hanya untuk mereka para jenius yang ingin meniti karir dalam bidang sumbangsih pemikiran. Filsafat hanya berisi orang-orang nyentrik, yang nyentrik secara akal dan tindakan.

Memang benar filsafat demikian. Karena aneh dan nyentrik itu pula, hanya orang-orang tertentu yang "terpanggil" untuk kuliah di jurusan filsafat. Biasanya mereka memang adalah orang yang absurd. Yang sering dicap sebagai orang gila. Sebagai orang yang anti sosial. Orang yang susah berbaur dengan pemikiran dan tindakan orang pada umumnya.



Para mahasiswa filsafat adalah mereka yang jenius. Yang mampu berpikir sangat abstrak, kemudian merapihkannya menjadi dalil-dalil filsafat yang mumpuni. Yang terkenal sepanjang masa. Tengoklah bagaimana karya-karya filsuf terdahulu, dari Socrates, Plato, Foucault, Nietsche, Camus, Sartre, Derrida. Karya-karya mereka masih bisa dinikmati hingga sekarang. Karena karya mereka memang besar dan abadi.

Filsafat akan mengantar manusia pada nalar kritis yang tinggi. Pada sebuah ketrampilan berpikir dan menyimpulkan yang luar biasa hebat. Maka dari itu, orang-orang filsafat sesungguhnya sangat dibutuhkan di berbagai macam perusahaan yang memiliki basic kreativitas. Perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan dan pembangunan.

Energi para lulusan sarjana filsafat ini dibutuhkan untuk membaca realitas. Untuk memetakan kekuatan dan kelemahan yang ada. Mereka akan sangat baik bila disandingkan dengan dengan akuntan dan arsitek. Akan menjadi kombinasi yang sangat cerdas untuk dimiliki sebuah perusahaan di bidang kreatif.

Jangan pernah takut kuliah jurusan filsafat, karena jurusan ini meski sepi peminat bukan berarti jelek dan bermasa depan suram. Bukan, melainkan karena jurusan ini memang hanya untuk orang spesial. Hanya mereka yang spesial yang mampu bertahan.

Ketahuilah bahwa Indonesia membutuhkan para filsuf untuk membangun negara ini. Para filsuf yang akan memikirkan masalah negara ini. Sebagaimana negara idea dalam benak Plato, negara ideal hanya akan dipimpin oleh seorang Raja Filsuf. Indonesia harus memiliki cendekia-cendekia pemimpin negeri yang paham soal filsafat. Soal filsafat sebagai sebuah kebijaksanaan. Supaya Indonesia bisa maju makmur. Tak kalah dari negara-negara lain di dunia.

0 comments:

Post a Comment